Tertunda 14 Jam, Panitia Haji Minta Tanggapan Garuda

Tertunda 14 Jam, Panitia Haji Minta Tanggapan Garuda

IHRAM.CO.ID, MADINAH — Panitia Penyelenggaraa Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta tanggapan dari pihak maskapai Garuda Indonesia soal keterlambatan penerbangan yang akan membawa jamaah haji ke Madinah. Hal itu disampaikan Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Akhmad Jauhari kepada wartawan di kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Rabu (17/7) pagi waktu Arab Saudi (WAS).

“Laporan yang kami dapatkan, kemarin (Selasa, 16/7), kloter 14 Ujung Pandang (Makassar) seharusnya terbang pukul 19.00 waktu setempat, namun karena alasan teknis pesawat sehingga tadinya terbang, tapi kemudian balik lagi ke embarkasi dan baru diberangkatkan pukul 06.00 pagi ini waktu Indonesia,” ujar Jauhari, Rabu (17/7).

Atas kejadian keterlambatan (delay) ini, pihaknya meminta adanya penjelasan resmi dari pihak maskapai tersebut. “Jika tidak diinformasikan dari awal, nanti akan berdampak pada layanan, juga akomodasinya akan bermasalah, konsumsinya nanti juga ada masalah. Ini yang harus dihindari,” terangnya.

Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dan evaluasi, baik ditingkat internal daker Madinah, maupun dengan PPIH Pusat. Termasuk evaluasi dan koordinasi soal layanan konsumsi dan akomodasi.

“Untuk layanan konsumsi kedatangan sejak awal, berarti kan harus kami cancel (membatalkan –Red). Kami harus koordinasi dengan perusahaan kateringnya,” kata dia.

Sebab, lanjut Jauhari, hal ini akan sangat mengganggu koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan kinerja PPIH di Arab Saudi, khususnya di Madinah. Dapat dibayangkan, kata dia, bagaimana kalau hal tersebut tidak diinformasikan dari awal, dan kemudian pihak PPIH sudah menyiapkan konsumsi.

“Bisa dipastikan, dengan delay 10 jam itu akan sangat mengganggu, khususnya penyiapan katering. Bisa-bisa konsumsi yang disiapkan akan sia-sia saja,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Kelompok Terbang (Kloter) 14 Embarkasi Makassar (UPG) ini dijadwalkan akan membawa jamaah sebanyak 455 orang. Mereka terdiri atas 450 orang calon jamaah haji dan lima petugas kloter. Kelima petugas itu terdiri atas seorang ketua kloter, seorang tim pembimbing haji daerah (TPHD), dan tiga orang petugas kesehatan daerah (TPHD).

Kloter 14 ini rencananya berangkat tanggal 16 Juli 2019 pukul 19.00 waktu Indonesia Tengah (WITA), dan tiba di Madinah pukul 01.35 waktu Arab Saudi (WAS) pada Rabu (17/7) dini hari. Jamaah asal Maluku dari Kloter 14 UPG ini direncanakan akan menginap di Hotel Diyar Al-Habib sektor 5.

 

Sumber https://www.ihram.co.id/berita/pury6o458/tertunda-14-jam-panitia-haji-minta-tanggapan-garuda

Pemberangkatan Calhaj Embarkasi Solo Hampir Rampung

Pemberangkatan Calhaj Embarkasi Solo Hampir Rampung

IHRAM.CO.ID, SOLO — Pemberangkatan jamaah calon haji (calhaj) gelombang pertama dari Embarkasi Solo hampir selesai. Gelombang pertama berjumlah 41 kelompok terbang (kloter) dari total 97 kloter yang diberangkatkan Embarkasi Solo.

Calhaj kloter 41 akan masuk Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali pada 18 Juli 2019 pukul 15.00 WIB. Kemudian jamaah calhaj yang berasal dari Kota Tegal dan Kabupaten Batang tersebut akan diterbangkan dari Bandara Internasional Adi Soemarmo pada 19 Juli 2019 pukul 16.45 WIB.

Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Jemaah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Afief Mundzir, mengatakan, kedatangan jamaah calhaj gelombang ke dua yang diawali kloter 42 ke Asrama Haji Donohudan akan dimulai pada 19 Juli 2019. Calhaj kloter 42 seluruhnya berasal dari Kabupaten Batang.

“Jamaah gelombang kedua akan mendarat langsung di Jeddah Arab Saudi,” kata Afief kepada wartawan, Selasa (16/7).

Menurutnya, setibanya di Arab Saudi, jamaah haji gelombang kedua akan melaksanakan ibadah wajib haji terlebih dahulu di Kota Mekah. Selanjutnya baru melaksanakan ibadah-ibadah sunah di Medinah.

Sebagian jamaah juga dipersiapkan mengenakan pakaian ihram saat di pesawat. Namun, ada juga jamaah yang telah memakai pakaian ihram sejak pemberangkatan dari Asrama Haji. Hal itu disesuaikan dengan keyakinan masing-masing jamaah. “Biasanya para jamaah mengikuti apa yang disampaikan pembimbing di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH),” ujarnya.

Sementara itu, Kasubbag Penerangan Humas dan Protokol PPIH Embarkasi Solo, Agus Widakdo, menambahkan, hingga 16 Juli pukul 08.30 WIB total jamaah calhaj yang masuk Embarkasi Solo sebanyak 31 kloter dengan total 10.880 jamaah. Total yang diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 30 kloter yang terdiri dari 10.745 jamaah.

Berita TerkaitKemudian, total yang tiba di Tanah Suci sebanyak 26 kloter atau 9.317 jamaah haji. Jumlah jamaah haji yang wafat di Tanah Suci sebanyak dua orang. Selain itu, terdapat satu jamaah calhaj yang masih dirawat di RSUD dr Moewardi Solo karena penyakit fraktur tulang pinggul dan paha.

Pada Selasa (16/7), Embarkasi Solo memberangkatkan kloter 29 dan 30 yang dilepas bersamaan dari Asrama Haji Donohudan. “Pelepasan dua kloter sekaligus karena menyesuaikan jadwal penerbangan yang mepet. Kloter 29 penerbangannya pukul 07.20 WIB sedangkan kloter 30 pukul 07.25 WIB,” ucap Agus.

Sumber https://www.ihram.co.id/berita/puqap1313/pemberangkatan-calhaj-embarkasi-solo-hampir-rampung

Jejak Derita dan Tawa Jamaah Haji Muslim Uighur di Makkah

Jejak Derita dan Tawa Jamaah Haji Muslim Uighur di Makkah

Sementara jurnalis Republika, Fitriyan Zamzami, yang tahun ini bertugas meliput haji selama tiga bulan, menuis catatan yang tak kalah menarik. Dia menulis mengenai parodi yang  terjadi pada jamaah haji China. Di Bandara Jeddah sewaktu jamaah haji Uighur akan pulang mereka dijaga ketat. Bahkan, terindikasi petugas keamanan asal Cina menggiring merea sampai tangga pesawat.

Uniknya ketika para petugas datang, para jamaah haji Uighur memang terlihat tegang. Namun mereka terlihat paham bagaimana mencairkan suasana tegas itu. Di antara para jamaah kemudian ada yang berinisiatif membuat suasana menjadi rileks dengan mengajak para jamaa bernyanyi dan beranda. Namun, bagi orang yang melihat langsung suasana itu memang terasa ada perasaan yang mencekam dan tegang.

Fitriyan yang kala itu berada langsung di Bandara Jeddah, Arab Saui, menuliskan kisahnya seperti ini:

Namanya juga selepas berhaji, wajah-wajah jamaah dari Cina di Bandara King Abdulaziz, Jeddah pada Kamis (30/8) pagi itu nampak ceria. Mereka saling mengobrol. Sembari menunggu keberangkatan di Plaza D Bandara Jeddah, saling bertukar panganan, bukan hanya dengan rekan senegara tapi juga dengan jamaah negara-negara lain.

Meski sebagian nampak tak muda, tak ada raut kelelahan dan kebanyakan nampak bugar. Hampir semua jamaah pria mengenakan peci putih khas dan yang perempuan berjilbab serta mengenakan setelan celana dan baju serta rompi longgar. Beberapa lainnya mengenakan abaya hitam khas Saudi.

Suasana tiba-tiba berubah menjelang tengah hari. Ketika itu, datang sejumlah pria berseragam dan berambut cepak di antara jamaah. Mereka bersepatu bot, celana kargo, kemeja penuh saku, dan berperawakan tegap.

foto

Petugas keamanan asal Cina turun langsung mengawasi kepulangan jamaah haji Uighir di Bandara Jeddah. Lihat seragam yang dipakai mereka. (fitriyan zamzami).

Berbagai lencana dan tanda pangkat dilucuti dari seragam tersebut kecuali sepetak bendera Cina di lengan. Begitupun, pin di topi salah satu dari mereka menunjukkan lambang kepolisian Republik Rakyat Cina.

Mereka mulanya berbaris dan memindai jamaah satu persatu. Beberapa merangsek dalam gerombolan dan memeriksa barang bawaan jamaah.Maka, keriangan jamaah perlahan meredup. Obrolan kemudian jadi bisik-bisik. Sebagian jamaah hanya memandang para pria perseragam itu dari sudut mata mereka.

Pria-pria berseragam itu tak nampak pada kedatangan jamaah Cina di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah atau Bandara Jeddah. Jamaah Cina biasanya disambut petugas yang berpakaian kasual, beberapa bahkan hanya bercelana training dan kaus oblong saja. Di antara jamaah dari seluruh dunia yang tiba di bandara Saudi, hanya jamaah Cina yang ditemani petugas berseragam paramiliter tersebut.

“Kami juga tidak tahu mengapa mereka di sini. Peraturan di negara kami memang sekarang lebih keras,” kata Ismail seorang jamaah paruh baya, satu dari sedikit di antara jamaah yang bisa berbahasa Arab.

Ismail bersama ratusan jamaah yang menyertainya hari itu berasal dari Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu, yang terletak di jantung wilayah Cina. Bersama Linxia, Lanzhou adalah wilayah di Gansu yang sejak lama jadi pusat konsentrasi etnis Hui yang hampir semuanya beragama Islam.

Menjelang keberangkatan, ketegangan kian meningkat saat jamaah dibariskan menuju pesawat. Pemimpin rombongan kemudian diminta mengganti bendera kelompok berwarna hijau dengan bendera merah berbintang lima.

Salah satu pria berseragam hitam kemudian mendampingi rombongan pertama berjalan menuju gerbang keberangkatan. “Nanti mereka dikawal sampai pesawat,” kata salah seorang petugas maskapai dalam bahasa Inggris kepada Republika.co.id. Ia mengiyakan, para pria berseragam adalah aparat keamanan Cina.

Di tengah ketegangan tersebut, hadirlah Ahmad Abu Yazan, seorang petugas bandara asli Arab Saudi. Sejak awal mula kedatangan jamaah Cina, pria paruh baya itu sudah mencoba akrab. Ishaka, salah seorang jamaah dari Lanzhou, ia paksa menerima pemberian roti berisi semacam yoghurt khas Saudi.

Sementara menjelang keberangkatan, di tengah-tengah jamaah yang mulai tak sabar menanti keberangkatan, polahnya kian konyol. Satu persatu jamaah ia tantang dengan pose kungfu. “Bruce Lee… Bruce Lee…,” kata dia tak sadar sedang melakukan sejenis stereotip kepada jamaah Cina.

Mulanya tak ada yang meladeni, hingga akhirnya dua pemuda beranjak dari duduk mereka. Berhadapan dengan Abu Yazan, mereka kasih lihat gerakan-gerakan Baji Quan, jenis bela diri khas etnis Hui. Abu Yazan meladeni sebisanya dan mereka kemudian terlibat pura-pura bakupukul dan berpelukan setelahnya.

Semua orang tertawa, bahkan para aparat berseragam. Untuk sejenak ketegangan mereda. Ada senyum lagi di wajah-wajah jamaah Cina sebelum berangkat menjelang apapun yang menanti di tanah air mereka.

Abu Yazan nampak puas dengan aksinya. Sembari bertolak pinggang ia pandangi rombongan jamaah Cina berangkat dengan kawalan pria-pria berseragam. “Ikhwan, ikhwan…,” kata dia sembari menunjuk saudara-saudara seimannya.

Sumber:  https://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/pengalaman-haji/18/12/18/pjx19p385-jejak-derita-dan-tawa-jamaah-haji-muslim-uighur-di- makkah-part1

Jamaah Umrah Terus Meningkat, Apa Penyebabnya?

Jamaah Umrah Terus Meningkat, Apa Penyebabnya?

HRAM.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menyebut ter jadi kenaikan pada jumlah masyarakat yang melaksanakan ibadah umrah. Pada tahun ini, jamaah umrah telah melebihi angka 1 juta orang.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, ada peningkatan. Tahun lalu sekitar 850 ribuan, saat ini sudah di atas 1 juta jamaah un tuk umrah,” ujar Kasubdit Pengawasan Umrah Ke menag, Noer Alya Fitra, kepada Republika, belum lama ini.

Dia menilai, peningkatan jamaah umrah terjadi karena banyak faktor. Salah satunya karena ke ingin an masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah semakin banyak. Umat Islam Indonesia beranggapan jika menunggu ibadah haji, antreannya banyak dan lama.

Noer pun memyebut untuk haji reguler rata-rata antreannya mencapai 20 tahun, sementara untuk kalau haji khusus lima tahun. Dengan alasan ini, umrah pun menjadi salah satu solusi dan alternatif ketika mereka ingin melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.

Alasan lain meningkatnya jumlah dan minat masyarakat untuk melaksanakan umrah karena kondisi ekonomi. Saat ini kesejahteraan masya rakat dinilai mengalami peningkatan sehingga mendorong umat untuk melakukan ibadah umrah.

Perihal keadaan rupiah yang mengalami pelemahan, ia pun menyebut bukan kendala umat untuk melaksanakan umrah. Ia beranggapan animo masyarakat tetap tinggi. Pihak travel melakukan penawaran dengan menggunakan rupiah sehingga tidak terlalu banyak perbedaannya.

Noer pun mengaku pemerintah dan biro perjalanan umrah sudah memperbaiki layanan bagi jamaah. Noer mengaku sudah banyak yang dilaku kan. Salah satunya dengan mengeluarkan regulasi larangan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang belum berizin memfasilitasi jamaah um rah untuk berangkat.

“Dari pemerintah sendiri kita berusaha untuk lebih memperbaiki regulasiregulasi, utamanya layanan kepada jamaah umrah. Sehingga kita minta jangan lagi ada kasus-kasus penipuan,” kata dia.

Kemenag pun memberikan harga referensi, yaitu Rp 20 juta untuk satu perjalanan umrah. Nanti nya jika ditemukan biro perjalanan yang menawarkan harga di bawah itu, akan dilakukan pemanggilan dan pengecekan. Biasanya Kemenag akan menanyakan apa yang membuat travel itu bisa memasang harga yang rendah dan bagaimana bentuk pelayanannya.

Adanya kasus travel umrah bodong dinilai Noer tidak lantas membuat masyarakat menjadi takut untuk berangkat umrah menggunakan jasa travel. Kasus-kasus penipuan membuat masyarakat lebih waspada lagi dalam memilih biro perjalanan. Terlebih, ujar dia, Kemenag telah meluncurkan apli kasi bernama Umrah Cerdas.

Dalam aplikasi ini, ma syarakat bisa mencari segala informasi yang ber hubungan dengan umrah, termasuk traveltravel yang sudah terdaftar dan berizin. Aplikasi ini pun bisa membantu menghindarkan dari travel bodong.

 

sumber: https://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/18/12/15/pjr2vr313-jamaah-umrah-terus-meningkat-apa-penyebabnya

Saudi Terbitkan Lebih dari 1,7 Juta Visa Umrah

Saudi Terbitkan Lebih dari 1,7 Juta Visa Umrah

Kementerian Haji dan Umrah Saudi telah mengeluarkan 1.723.749 visa umrah bagi jamaah terhitung hingga 6 Desember 2018.

Dilansir di GDNOnline.com pada Sabtu (8/12), berdasarkan statistik yang dikeluarkan Kementerian Haji dan Umrah, sebanyak 1.348.161 orang melakukan sudah melakukan ibadah umrah. Saat ini, jumlah jamaah umrah yang tinggal di Makkah dan Madinah sebanyak 318.210 orang.

Berdasarkan data tersebut, jamaah asal Pakistan menduduki peringkat teratas daftar, yakni mencapai 426.969 orang. Kemudian, disusul jamaah asal Indonesia dan India, masing-masing 256.677 dan 210.841 orang.

Posisi berikutnya ditempati Malaysia yang mengirim 78.575 jamaah umrah. Kemudian, ada Yaman yang mengirim 70.303 jamaah umrah. Saudi Press Agency menyebut ada 8.899 pejabat dan karyawan Saudi, termasuk 1.467 wanita yang terlibat dalam melayani jamaah umrah.

Rencana reformasi Visi Saudi 2030 bertujuan menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah masuk ke KSA. Selain itu, pemerintah berkomitmen memberi jamaah layanan terbaik dan pengalaman yang luar biasa selama berada di Saudi. Tahun lalu, total ada 19.079.306 umat Islam dari luar negeri tercatat melakukan ibadah umrah.

Direktur Jenderal Bandara Jeddah, Essam Fouad menargetkan lebih dari 10 juta jamaah umrah datang melalui bandara. Bandara adalah fasilitas terbesar dan pertama di Arab Saudi yang melayani jamaah melalui jalur udara.

Jamaah umrah mewakili 40 persen pergerakan jumlah penumpang di KSA. Manajemen bandara telah menerapkan sejumlah proyek pembangunan di terminal utara dan selatan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta memberikan layanan yang lebih baik kepada penumpang.

 

sumber: https://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/18/12/09/pjg6ku382-saudi-terbitkan-lebih-dari-17-juta-visa-umrah